perancis

Profil Strategi dan Komposisi Skuad Perancis Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 – Tim Nasional Perancis semakin menunjukkan era baru yang cerah setelah mengalami kegagalan pada Piala Dunia 2010 silam. Kala itu skuad asuhan Raymond Domenech hanya menjadi juru kunci Grup A. Kini dengan skuad didominasi pemain muda bertalenta, finalis Euro 2016 lalu ini siap menjadi kandidat peraih gelar juara dunia 2018 nanti.

Sebelum berangkat ke Rusia, Perancis memiliki modal berharga sebagai Runner-up Euro 2016 dan juga hasil memuaskan dari laga kualifikasi dan laga persahabatan. Setelah takluk dari Portugal pada laga final Euro 2016 lalu, Perancis baru mengalami tiga kekalahan yang satu diantaranya didapat pada laga kualifikasi Zona Eropa melawan Swedia. Meski begitu, Perancis masih lolos dengan status juara Grup A dengan 23 poin.

Dalam sejarahnya, prestasi terbaik Perancis pernah sekali merebut gelar juara dunia pada tahun 1998 dan menjadi Runner-up pada tahun 2006. Namun sejak tahun 2000 an, Perancis memiliki siklus cukup buruk, yakni sudah dua kali tidak mampu lolos dalam fase grup. Uniknya kegagalan tersebut terjadi pada tahun 2002 dan 2010 dimana berselang waktu 8 tahun. Artinya 8 tahun selanjutnya dari Piala Dunia 2010 yaitu pada Piala Dunia 2018 kali ini.

Komposisi Skuad

Dari 23 pemain yang dipilih pelatih Didier Deschamps terdapat kombinasi pemain senior dan pemain muda. Selain itu juga terdapat beberapa perbedaan dengan skuad Euro 2016 lalu. Dimulai pada penjaga gawang, Hugo Lloris masih menjadi kiper utama sekaligus kapten Les Bleus. Kiper 31 tahun ini akan dilapis oleh Steve Mandanda dan Alphonse Areola.

Di sisi pertahanan, Perancis harus kehilangan bek senior Laurent Koscienly akibat masih mengalami cedera. Untuk itu Raphael Varane dan Samuel Umtiti menjadi duet bek tengah didepan Lloris. Selain itu ada opsi pada Adil Rami dan bek muda PSG Presnel Kimpembe. Posisi bek kiri diisi oleh Benjamin Mendy meski tidak memiliki waktu bermain yang banyak musim lalu bersama Manchester City akibat cedera. Sedangkan pos bek kanan ditempati Djibril Sidibe dari AS Monaco.

Untuk kendali permainan di lini tengah, Deschamps mempercayakan pada dua pemainnya yang berlaga di Premier League, yaitu Ngolo Kante dan Paul Pogba. Dua pemain ini menjadi kunci lini tengah masing-masing klubnya. Selain Pogba dan Kante, ada nama Corentin Tolisso, Blaise Matuidi, dan Steven Nzonzi yang menjadi beberapa opsi pilihan.

Selanjutnya di lini depan, ini merupakan kekuatan terbesar pada diri Les Bleus. Diantaranya merupakan pemain muda yang memiliki potensi untuk bersinar pada Piala Dunia kali ini. Kylian Mbappe sudah menunjukkan dirinya bersama PSG musim lalu dengan mempersembahkan beberapa gelar juara. Kemudian Nabil Fekir menjadi tampil gemilang bersama Lyon musim lalu dan menjadi buruan klub-klub besar Eropa. Sisi sayap tersebut siap membantu striker Antoine Griezmann dan Olivier Giroud di posisi ujung tombak. Khusus untuk Giroud, dirinya menjadi top skor keempat sepanjang masa Perancis dengan 31 gol.

Prediksi

Untuk melewati hadangan Denmark, Peru, dan Australia di Grup C rasanya tidak sulit bagi Perancis. Secara kualitas pemain dan ranking FIFA, Perancis jelas lebih unggul. Namun mereka tetap harus waspada mengingat adanya kejutan dari ketiga tim tersebut. Selanjutnya para pemain muda tersebut harus mempersiapkan mental kala berhadapan dengan tim besar di babak-babak krusial agar kegagalan di final tidak terjadi lagi. Jika hal tersebut dapat diatasi, maka peluang juara bagi Timnas Perancis terbuka lebar.

polandia

Profil Strategi dan Komposisi Skuad Polandia Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 – Polandia adalah tim yang disegani di 3 dekade lalu. Mereka mampu menumbangkan Uni Soviet dan Belgia di Piala Dunia Spanyol tahun 1982 dan membuktikan bahwa mereka layak diperhitungkan dunia. Kala itu, Polandia finish di posisi ketiga setelah Italia yang menjadi Juara Piala Dunia 1982 menumbangkan mereka di fase semifinal. Dua episode sebelum Piala Dunia 1982 atau pada Piala Dunia 1974 Polandia tampil memukau dan secara mengejutkan mampu mengubur asa tim raksasa asal Amerika Latin, Brazil dalam perebutan posisi ketiga Piala Dunia 1974. Pada masa tersebut, Polandia yang dijuluki “Bialo-czerwoni” memiliki Grzegorz Lato dan Kazimierz Deyna sebagai striker dan gelandang dalam skuad. Mereka mampu masuk ke dalam 11 pemain terbaik (all stars) bersama Johan Cruyff dan Beckenbeuer. Namun, memasuki Piala Dunia 1986 di Meksiko mereka harus mengubur terget tinggi yang mereka miliki sejak awal turnamen. Kala itu Polandia harus gugur di babak 16 besar yang mengawali era kelam tim nasional Polandia. Zbigniew Boniek yang merupakan pemain bergelar doktor pada skuad Polandia kala itu mengutarakan sumpahnya bahwa Polandia akan tampil lebih baik di Piala Dunia berikutnya. Namun kenyataan berbicara lain dimana Polandia gagal lolos ke Piala Dunia 3 kali berturut – turut setelah sumpah tersebut sehingga sumpah dari Zbigniew Boniek justru dianggap sebagai kutukan. Polandia juga gagal lolos ke Piala Dunia 2010 dan 2014 dan membuat mereka perlahan dilupakan oleh dunia. Namun, Polandia menunjukan kembali sedikit taring mereka belakangan ini. di Piala Eropa 2016 mereka bahkan mampu menembus perempat Final sebelum ditumbangkan Portugal yang menjadi juara lewat adu penalti. Hal ini terjadi bukan karena kebetulan belaka sebab ada beberapa pemain menonjol yang mampu diandalkan terutama striker kelas dunia asal bayern Munchen Robert Lewandowski. Kini, Polandia menatap Piala Dunia 2018 untuk mengembalikan status mereka sebagai tim yang disegani.

Harapan Baru

Harapan kembali terbuka bagi Polandia dengan kehadiran Robert Lewandowski sebagai striker kelas dunia yang tampil memukau baik di level klub maupun di level tim nasional. Striker asal bayern Munich ini mampu menceploskan 16 goal dari 10 laga kualifikasi Piala Dunia dan menempatkannya sebagai pemegang rekor gol terbanyak di babak kualifikasi bahkan unggul dari pemegang 5 Ballon d’Or seperti Lionel Messi dan Ronaldo. Dengan kehadiran Lewandowski, lini penyerangan Polandia kembali mencuri perhatian dunia lewat produktifitas goal yang sangat tinggi. Selain Lewandowski, Piotr Zielinski juga menunjukan bahwa dirinya mampu diandalkan Polandia untuk mengembalikan status sebagai tim yang disegani di Eropa bahkan dunia. Pemain 24 tahun ini tampil gemilang bersama Polandia dengan kemampuannya muncul di pertahanan lawan secara tiba – tiba dan melepaskan tembakan akurat ke gawang lawan. Kelihaian Piotr Zielinski lepas dari pengamatan pemain bertahan lawan ini sangat membantu peranan Lewandowski dalam mencetak goal. Hal ini terlihat jelas ketika mereka menahan imbang Chile di pertandingan persahabatan beberapa waktu lalu. Dua pemain ini akan menjadi tumpuan asa Polandia bersama rekan setim lainnya.

Formasi Utama

Lewandowski

Grosicki – Zielinski

Rybus – Kyrchowiak – Linetty – Jedrzejczyk

Kaminski – Pazdan – Piszczek

Szczesny

(3-4-2-1)

Pemain Kunci

Lewandowski dan Zielinski tentu menjadi pemain kunci bagi tim nasional Polandia di Piala Dunia 2018 ini. Jika mereka mampu tampil apik dan konsisten selama Piala Dunia ini, maka Polandia diprediksi akan maju paling tidak hingga babak perempat final. Lewandowski adalah striker murni yang dilengkapi dengan kemampuan tembakan jarak jauh keras yang akurat membuat kiper manapun akan kesulitan menepis bola yang bergerak cepat ke gawangnya. Selain itu, Lewandowski juga mempu melepaskan tandukan akuran dan mampu memanfaatkan postur tubuhnya yang tinggi dengan baik. Polandia juga memiliki kiper elit seperti Szczesny asal Juventus serta Lukasz Fabianski dari Swansea City.

Strategi Utama

Adam Nawalka yang menjadi pelatih Polandia tentu akan menginstruksikan timnya untuk bermain menekan dan mengejar bola. Permainan ini terbukti efektif untuk bersaing di level tinggi seperti Piala Dunia ini. Adam Nawalka memiliki Lewandowski yang tidak diragukan lagi ketajamannya di depan gawang. Mereka akan memainkan strategi umpan terobosan serta variasi serangan dari sayap untuk memasimalkan kemampuan Lewandowski dalam duel udara untuk memecah kebuntuan lewat sundulan. Adam Nawalka juga mengasah kemampuan tembakan jarak jauh pada timnya dan hasilnya mulai terlihat di beberapa pertandingan terakhir Polandia di semua ajang terutama 2 goal yang bersarang di gawang Chile oleh tendangan jarak jauh Lewandowski dan Zielinski.

Karawanan Dalam Skuad

Sejatinya, Lukasz Piszczek adalah pemain yang memiliki performa bagus seperti yang dia tunjukan kala membela Dortmund di Jerman. Namun, performa Piszczek sudah menurun dan membuat pertahanan Polandia menjadi longgar. Demikian juga atas kabar buruk yang diterima Polandia pekan lalu ketika Kamil Glik gagal dalam menjajal tendangan salto Gareth Bale ketika mencetak goal ke gawang Liverpool di final Liga Champions beberapa waktu lalu. Kamil Glik yang dikenal garang dalam mengawal pertahanan serta pemain yang kaya akan pengalaman terpaksa harus mengalami cedera di masa menjelang Piala Dunia 2018 ini. selain itu, ketergantungan penuh kepada Lewandowski sebagai mesin gol utama Polandia tentu akan membawa masalah tersendiri ketika Lewandowski harus cedera atau mendapat kawalan ketat selama Piala Dunia 2018 ini.

jerman

Profil Strategi dan Komposisi Skuad Jerman Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 – Jerman yang pada edisi sebelumnya berhasil menjadi juara dunia, kini juga digadang-gadang akan dapat mengulangi kesuksesannya di Rusia. Faktor pemain serta pelatih yang merupakan salah satu terbaik di dunia ditambah sejarah bahwa tampil ciamik pada setiap gelaran Piala Dunia. Sebelum tahun 2014 lalu, Jerman telah meraih gelar juara tiga kali pada tahun 1954, 1974, dan 1990.

Dalam Piala Dunia 2018 kali ini, Jerman tergabung dalam Grup F bersama Swedia, Meksiko, dan Korea Selatan. Jerman memiliki modal sangat apik saat masih berlangsung fase kualifikasi. Mereka meraih 30 poin dari 10 pertandingan alias menyapu bersih kemenangan lawan-lawannya. Ditambah lagi catatan 43 memasukkan gol dan hanya 4 kali kebobolan semakin menegaskan bahwa mereka layak berada di ranking pertama FIFA saat ini.

Namun sebelum menang lawan Arab Saudi Sabtu (09/06) kemarin, Jerman tidak pernah menang dalam lima laga persahabatan sebelumnya. Bahkan mereka kalah melawan Austria 1-2 dan Brazil 0-1. Sisanya hanya bermain imbang melawan Spanyol, Perancis, dan Inggris.

Joachim Loew menjadi sosok utama dibalik kehebatan Timnas Jerman. Loew mampu mengombinasikan para pemainnya untuk bermain Ball Possesion di lini tengah ditambah serangan yang efektif. Loew tidak hanya bergantung pada satu atau dua pemain saja, buktinya Loew meraih Juara Piala Konfederasi 2017 dengan komposisi skuad yang berbeda dengan Jerman di Piala Dunia 2014. Namun Loew baru-baru ini membuat keputusan cukup berani dengan tidak menyertakan nama Leroy Sane dalam 23 skuadnya. Sane yang tampil apik bersama City musim lalu tidak dipilih dan Loew lebih memilih Julian Brandt dari Bayern Leverkusen.

Komposisi Skuad

Dimulai dari penjaga gawang, Manuel Neuer dipastikan menjadi kiper utama Jerman sekaligus menjadi kapten utama Der Panzer meski ia baru comeback dari cedera panjang musim lalu. Ditambah sebenarnya Jerman masih memiliki Ter-Stegen yang tidak kalah apik dengan Neuer. Sedangkan kiper ketiga diisi oleh Kevin Trapp dari Paris Saint-Germain.

Di area pertahanan, duo bek tengah Bayern Munich Jerome Boateng dan Matt Hummels ditambah Joshua Kimmich di sisi kanan dan Jonas Hector di sisi kiri kemungkinan akan menjadi andalan Loew. Untuk melapis kuartet tersebut, ada nama Matthias Ginter, Marvin Plattenhardt, Antonio Rudigier, dan Niklas Sule.

Lini tengah menjadi kekuatan bagi Die Mannschaft. Gelandang kreatif seperti Toni Kroos, Mesut Ozil, Ilkay Gundogan dan Sami Khedira dapat menguasai lini tengah dengan baik. Ditambah sektor sayap yang tidak kalah aktif membantu serangan seperti pada diri Marco Reus, Julian Draxler, ataupun Thomas Mueller.

Satu slot striker utama diisi oleh antara Timo Werner atau Mario Gomez. Dua striker tersebut memiliki karakter yang berbeda sehingga memudahkan Loew dalam menerapkan strategi yang akan digunakannya. Jika Werner lebih bermain secara fleksibel, maka Gomez merupakan sosok Target Man di depan gawang.

Prediksi

Tergabung bersama Meksiko, Swedia, dan Korea Selatan, rasanya tidak sulit bagi Jerman untuk dapat lolos ke babak 16 besar, bahkan dengan status juara grup. Lawan cukup sulit bagi Jerman baru akan terjadi di Semifinal dan Final. Namun dengan persiapan yang baik serta kualitas pemain dan pelatih yang bagus, Jerman masih menjadi favorit untuk meraih gelar juara Piala Dunia 2018 di Rusia nanti.

maroko

Profil Strategi dan Komposisi Skuad Maroko Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 – Moroko adalah kontestan Piala Dunia 2018 asal zona Afrika. Mereka lolos langsung ke Piala Dunia Rusia dengan mengungguli Mali, Gabon serta Pantai gading dan menjadi juara grup pada babak kualifikasi. Moroko menjelma menjadi monster kuat dibawah asuhan pelatih Herve Renard yang berhasil membawa Zambia dan Pantai Gading menjadi juara Piala Afrika. Kini, Moroko yang tampil dengan performa memukai siap menghadirkan kejutan di Grup B Piala Dunia 2018 di Rusia. Lalu, apakah skuad asuhan pelatih Herve Renard ini mampu menunjukan taji mereka dan mengejutkan para penghuni Grup B seperti Spanyol, Portugal dan Iran ? Mari kita simak bahasan dibawah ini seputar profil Tim Nasional Maroko beserta analisis kekuatan mereka :

Pengalaman Di Piala Dunia

Moroko telah tampil di 4 Piala Dunia sebelum Piala Dunia 2018 ini. Mereka sudah berpartisipasi pada Piala Dunia 1970, 1994, 1998 dimana mereka tampil di fase grup dan Piala Dunia 1986 menjadi pencapaian paling baik ketika mereka berhasil melangkah ke babak 16 besar.

Skuad Yang Solid

Selama babak penyisihan berlangsung, skuad Moroko tampil dengan pertahanan yang sangat baik. Mereka hanya kebobolan 1 goal dari 6 laga melawan Pantai Gading, Gabon dan Mali yang membuat mereka meraih 3 kemenangan dan 3 hasil imbang. Para pemain bertahan Moroko sangat disiplin menjaga pertahanan mereka demikian juga mereka sangat rajin melepaskan tekel bersih untuk menyapu bola dari kaki pemain lawan dan menggagalkan serangan. Hal ini kembali terlihat di 2 pertandingan terakhir mereka di pertandingan persahabatan melawan Slovakia. Moroko berhasil mengembalikan kekalahan 1 goal menjadi kemenangan 2 – 1 serta ketika mereka berhasil membungkam Estonia 3 – 1. Skuad Moroko tampil dengan kerjasama yang sangat baik dan ini menjadi modal berharga mereka untuk tampil di Piala Dunia 2018 ini. Aliran bola dari belakang menuju ke lini pertahanan dapat berjalan dengan lancar. Para gelandang miliki Moroko juga sangat rajin membangun serangan dan mensuplai bola ke depan. Dipastikan Moroko akan menjadi lawan yang berat di Grup B Piala Dunia 2018.

Formasi Utama

Boutaib

Ziyech – Belhada – Amrabat

Boussoufa – Eh Ahmadi

Mendyl – Saiss – Benatia – Hakimi

Munir

(4-2-3-1)

Pemain Kunci

Nordin Amrabat adalah sosok pemain kunci di skuad Moroko. Amrabat memiliki kemampuan penetrasi yang baik serta kelihaian mengecoh para pemain belakang lawan. Dirinya hampir selalu terlibat dalam proses goal Moroko di semua ajang pada beberapa pertandingan terakhir. Amrabat juga dibekali oleh kemampuan tendangan keras dan akurat membuatnya mampu menembakan bola dari jarak jauh ataupun memberikan umpan jauh matang kepada Boutaib di posisi ujung tombak. Selain Amrabat, Younes Belhada juga menjadi sosok penting di tubuh permainan Moroko. Belhada mampu menjadi pemecah kebutuan bagi tim Moroko dimana dirinya dibekali kecerdikan menempatkan diri untuk menerima umpan atau mencari peluang dari bola rebound. Belhada dan Boutaib menjadi sosok striker komplet yang mematikan di skuad Moroko. Jika Amrabat dan Belhada tampil konsisten maka Moroko tidak akan kesulitan mengimbangi lawan dan mencetak goal di Piala Dunia 2018 ini.

nalisis KekuatanA

Titik paling dominan di skuad Moroko adalah sayap kanan. Dari beberapa pertandingan terakhir termasuk laga persahabatan dan kualifikasi Piala Dunia 2018, sayap kanan menjadi motor serangan Moroko. Posisi ini ditempati oleh Hakimi dan Nordin Amrabat. Kedua pemain ini sangat cepat melakukan serangan dan lihai dalam melepaskan umpan jauh baik mendatar atau lambung. Mereka memiliki jiwa offensive yang sangat tinggi yang membuat Moroko menjadi tim yang sering mendominasi laga. Selain itu, para pemain Moroko juga dilatih keras oleh Herve Renard untuk melakukan tendangan jarak jauh yang sangat keras. Hasil kerja keras Herve Renard mulai terlihat di beberapa pertandingan terakhir dimana tendangan jarak jauh yang sangat kuat menjadi pemecah kebuntuan yang membuat lawan akan bermain lebih terbuka. Jika lawan mulai bermain terbuka, maka para penyerang Moroko akan mengeksploitasi ruang di pertahanan lawan untuk membangun peluang atau mencetak goal. Tidak diragukan lagi, Moroko akan menjadi lawan berat di Grup B bahkan mereka diprediksi mampu membungkan Portugal dan akan menemai Spanyol maju ke fase gugur Piala Dunia 2018 di Rusia.

Kelemahan

Salah satu kelemahan dari skuad Moroko asuhan Herve Renard adalah lemahnya penetrasi ke kotak penalti lawan. Tentu ketika bola memasuki kotak penalti lawan, maka para pemain bertahan lawan akan mulai panik dan berusaha merebutnya sehingga membuka ruang di sisi yang ditinggalkan. Namun, Moroko tidak memiliki pemain yang mampu menggiring bola memasuki area ini. Mereka cenderung melepaskan krosing serta menembakan bola dari luar kotak penalti yang membuat kiper lawan lebih mudah untuk mengatisipasi bola karena jarak yang cukup jauh tersebut. Demikian juga Moroko harus mengasah finishing mereka. Para penyerang Moroko seringkali menyia – nyiakan peluang yang sebetulnya dapat dikonversikan menjadi goal.

belgia

Profil Strategi dan Komposisi Skuad Belgia Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 – Sejak lolos putaran final dalam Piala Dunia 2014 lalu, skuad Belgia banyak sebagai disebut sebagai Generasi Emas. Namun dalam dua ajang resmi yaitu Piala Dunia 2014 dan Euro 2016, Belgia hanya sanggup bertahan hingga babak Perempat-final. Kini dengan materi pemain yang lebih matang serta keberhasilan mereka meraih ranking 3 FIFA ini siap berbicara banyak di Rusia nanti.

Berbicara Piala Dunia rasanya kurang begitu akrab dengan Belgia. Dalam sejarahnya, Belgia hanya berpartisipasi 12 kali dari 19 kali total kesempatan. Bahkan Belgia pernah back-to-back tidak tampil dalam putaran final Piala Dunia yaitu pada tahun 2006 dan 2010. Prestasi terbaik Belgia sampai saat ini yaitu meraih posisi 4 terbaik pada Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Namun Belgia saat ini berbeda dengan yang dulu. Dalam kualifikasi Zona Eropa, Eden Hazard dkk. lolos meyakinkan sebagai juara Grup H dengan koleksi 28 poin. De Rode Duivels tidak pernah kalah dalam fase kualifikasi dengan catatan 9 kemenangan dan 1 hasil imbang. Superioritas Belgia semakin ditunjukkan berkat mencetak 43 gol yang merupakan jumlah terbanyak dalam kualifikasi Zona Eropa bersama Jerman. Alhasil kini mereka berada di peringkat 3 ranking FIFA dibawah Jerman dan Brazil.

Pelatih Belgia saat ini diisi oleh Roberto Martinez. Pelatih berkebangsaan Spanyol ini memiliki banyak pengalaman di Premier League bersama Wigan dan Everton. Sejak menggantikan Marc Wilmots pasca kalah dari Wales di ajang Euro 2016, Martinez telah melakoni 20 laga bersama Belgia. Sejak kalah 0-2 atas Spanyol di laga perdana Martinez, selanjutnya Belgia belum sekalipun merasakan kekalahan dengan catatan 5 hasil imbang dan 14 kemenangan. Yang tak kalah menarik, Martinez akan didampingi salah satu legenda sepakbola, Thierry Henry sebagai asisten pelatih. Kehadiran Henry diharapkan dapat memberi pengalamannya dalam menghadapi ajang sebesr Piala Dunia.

Komposisi Skuad

Martinez telah mengumumkan 23 pemainnya yang akan dibawa ke Rusia. Di posisi penjaga gawang, terdpat tiga nama yaitu Thibaut Courtois, Simon Mignolet, dan Koen Casteels. Nama Courtois dijagokan akan menjadi kiper utama dibandingkan Migonolet dan Casteels.

Dalam beberapa laga terakhir, Martinez sering menerapkan 3 bek tengah di depan penjaga gawang. Toby Alderweireld, Jan Vertonghen, dan Vincent Kompany kemungkinan akan menjadi starting line up berkat penampilan konsisten bersama klubnya musim lalu. Namun tampaknya Kompany belum bisa tampil di laga perdana karena masih terkendala cedera. Sementara untuk pelapisnya ada Dedryck Boyata, Thomas Meunier, dan Thomas Vermaelen.

Selanjutnya 4 posisi dilini tengah cukup sesak diisi oleh beberapa pemain. Thomas Meunier dan Yannick Carrasco dalam beberapa laga terakhir sering mengisi starting line up diposisi masing-masing kanan dan kiri. Selanjutnya satu tempat sudah pasti milik Kevin De Bruyne yang tampil apik bersama Manchester City musim lalu. Sedangakan satu sisanya direbutkan oleh Axel Witsel, Marouane Fellaini, Nacer Chadli, Leander Dendoncker, dan Mousa Dembele.

Tiga posisi di depan sudah hampir pasti menjadi milik Eden Hazard, Romelu Lukaku, dan Dries Martens. Eden Hazard merupakan pemain andalan di Timnas Belgia dan hampir tidak tergantikan. Sementara winger lincah Dries Martens tampil cukup tajam bagi Napoli musim lalu. Sedangkan Romelu Lukaku kini merupakan Top Skor sepanjang sejarah Belgia dengan catatan 36 gol. Untukmelapis trio tersebut, Martinez menyiapkan Michy Batshuayi, Adnan Januzaj, dan Youri Tielemans.

Prediksi

Lawan terberat Belgia dalam Grup G ada pada Timnas Inggris. Sementara Tunisia dan Panama dirasa masih dapat teratasi dengan baik oleh Belgia. Di babak selanjutnya, Belgia perlu menjaga kekompakan tim serta Martinez perlu menyiapkan strategi baru bila melawan tim-tim besar. Bila mereka mampu mengatasi hal itu semua, bukan tak mungkin Generasi Emas Belgia akan meraih trofi Piala Dunia pada tahun ini.

kolombia

Profil Strategi dan Komposisi Skuad Kolombia Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 – “Los Cafeteros” menjadi tim yang mengejutkan publik pada Piala Dunia 2014 di Brazil. Kala itu, mereka berhasil lolos hingga ke perempat final sebelum kalah 2 – 1 dari tuan rumah Brazil. Kesuksesan itu tentu mengherankan apabila kita mengingat bahwa kala itu Kolombia tidak diperhitungkan di Piala Dunia 2014. Bagi Kolombia, pencapaian di Piala Dunia 2014 itu adalah yang terbaik dari sejarah mereka berkompetisi di Piala Dunia. Kini Kolombia kembali ikut bersaing di turnamen 4 tahunan tersebut sebagai unggulan di Grup H bersama Polandia, Senegal dan Jepang. Lalu, apakah Kolombia mampu menyamai pencapaian terbaik mereka tersebut ? atau bahkan mereka mampu melampauinya di Piala Dunia kali ini ? Berikut ini kami telah menyajikan informasi seputar profil tim nasional Kolombia lengkah dengan analisis kekuatan dan kelemahan mereka. Mari kita simak bahasannya dibawah ini :

Rekam Jejak di Piala Dunia

Kolombia telah mengikuti turnamen 4 tahunan ini sebanyak 5 kali. Mereka ikut sebagai kontestan Piala Dunia di tahun 1964, 1994, 1998 dimana mereka hanya mampu bersaing di fase grup, selanjutnya di tahun 1990 dimana mereka mampu melangkah ke babak 16 besar dan puncaknya di tahun 2014 ketika mereka berhasil maju hingga perempat final di Piala Dunia Brazil. Demikian Kolombia lolos ke Piala Dunia Rusia 2018 yang artinya mereka berhasil lolos ke Piala Dunia 2 kali beruntun sejak tahun 2014. Sedikit cerita yang tetap dikenang hingga saat ini adalah peristiwa pembunuhan terhadap salah satu pemain Kolombia yaitu Andres Escobar yang terjadi sesaat setelah Kolombia bertanding di Piala Dunia 1994. Andres Escobar sendiri diduga ditembak karena kekecewaan publik akibat gol bunuh diri yang dilakukannya kala menghadari AmeriKa Serikat kala itu.

Performa yang Kurang Meyakinkan

Kolombia memang lolos ke Piala Dunia 2018 ini tetapi ada catatan yang mengkhawatirkan yang perlu diperhatikan. Skuad asuhan Jose Pekerman hanya mampu memenangi laga kualifikasi melawan tim tim non unggulan di Zona CONMEBOL seperti Venezuela, Ekuador, Bolivia, Paraguay dan lainnya. Mereka tidak mampu mengalahkan tim – tim kuat seperti Brazil, Uruguay, Argentina hingga Chile yang gagal lolos ke Piala Dunia 2018 ini. Hal ini jelas membawa keraguan di benak publik apalagi mereka akan menghadapi tim – tim kuat dalam kompetisi sekelas Piala Dunia ini. dengan performa yang kurang meyakinkan ini, Jose Pekerman harus kembali mengasah kolektifitas para pemainnya untuk dapat bermain solid seperti pada Piala Dunia edisi sebelumnya di Brazil ketika mereka berhasil maju hingga babak perempat final. Dari 18 laga kualifikasi, Kolombia hanya mampu menang 7 kali, imbang 6 kali dan 5 kali menderita kekalahan. Produktifitas goal mereka 21 berbanding kebobolan 19 goal, berbeda jauh dari tim Amerika Latin lainnya seperti Uruguay dan Brazil yang mampu mengemas lebih dari 30 goal dan kebobolan kurang dari 20 goal.

Formasi Utama

Falcao

Cardona – James – Cuadrado

Aguilar – Sanchez

Fabra – Mina – D. Sanchez – Arias

Ospina

(4-2-3-1)

Pemain Kunci

James Rodriguez adalah gelandang serang milik Bayern Munchen yang tampil brilian pada Piala Dunia 2014 lalu. Dirinya adalah sosok dibalik kesuksesan Kolombia maju hingga babak perempat final kala itu dengan konsistensinya mencetak goal yang mengantarkannya menjadi top skor pada Piala Dunia tersebut. James Rodriguez juga menjadi top skor Kolombia pada laga kualifikasi yang mereka jalani beberapa waktu lalu dengan produktifitas 6 goal dan ini menandakan bahwa dirinya masih akan menjadi andalan Kolombia pada Piala Dunia 2018 ini. James Rodriguez memiliki kemampuan finishing yang baik berkat kemampuannya menembak ke sudut yang sulit dijangkau kiper lawan serta tendangan keras terukur yang dimilikinya. James juga mampu lepas dari kawalan pemain bertahan lawan untuk menerima umpan dari rekannya dan mengkonversikannya menjadi sebuah goal. Selain James, Cuadrado juga menjadi sosok kunci bagi Kolombia. Juan Cuadrado memiliki kemampuan dribling yang tinggi serta tipe pemain direct yang tentunya akan merepotkan pemain bertahan lawan. Juan Cuadrado akan beroperasi di sektor sayap Kolombia sebagai motor serangan bersama James. Jika Juan Cuadrado mampu memanjakan Radamel Falcao di posisi ujung tombak untuk menerima umpan matang, maka Kolombia diprediksi akan tampil jauh lebih baik dan konsisten.

Analisis Kekuatan

Kekuatan skuad Kolombia terletak pada lini kedua penyerangan mereka. Posisi ini diisi oleh Cuadrado, james Rodriguez serta Cardona yang akan tampil menyokong 2 striker utama mereka Falcao dan Carlos Bacca. Seperti diketahui, Cuadrado dan James adalah pemain yang menonjol dalam skuad Kolombia dan kehadiran mereka di lini tengah dapat memberikan jaminan penguasaan bola dan serangan yang kuat dalam menghadapi tim – tim di Piala Dunia. 3 gelandang ini akan ditugaskan untuk maju ke pertahanan lawan dan berusaha mendekati Bacca atau Falcao yang bertugas di ujung tombak untuk memaksimalkan umpan yang ada. Kolombia diprediksi akan mempertahankan permainan umpan pendek dengan variasi umpan lambung terobosan untuk mampu membongkar pertahanan lawannya. James akan ditugaskan naik ke lini depan untuk membantu striker mencetak goal seperti biasanya.

Kelemahan Skuad

Kelemahan Skuad Kolombia terletak pada pertahanan mereka. Yerri Mina dan D Sanchez yang sering ditugaskan sebagai palang pintu utama Kolombia masih tampil dibawah harapan Jose Pekerman. Performa mereka tergolong buruk dengan seringnya kurang tanggap dalam mengantisipasi serangan lawan. Yerri Mina dan D Sanchez juga tercatat gagal dalam memblok tendangan lawan sehingga David Ospina sebagai lapisan pertahanan terakhir harus bekerja ekstra keras mengamankan gawangnya. Inilah mengapa mereka harus kebobolan 19 goal selama babak kualifikasi. Ketergantungan kepada James juga menjadi kelemahan Kolombia. Jika James tampil kurang maksimal dan mendapat penjagaan ketat dari pemain bertahan lawan, maka bisa dipastikan Kolombia akan kesulitan mencetak goal, sama ketika mereka bertanding imbang melawan Mesir dan Australia tanpa goal di 2 pertandingan terakhir mereka dalam ajang laga persahabatan.

kroasia

Profil Strategi dan Komposisi Skuad Kroasia Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 – Inilah skuad terbaik yang dipunyai Kroasia sejak terakhir kali mereka menjadi semifinalis Piala Dunia 1998. Salah satu kekuatan utama dari tim ini adalah dua gelandang berkualitas wahid yang ada pada diri Luka Modric dan Ivan Rakitic. Ditambah lagi ini, tim ini juga memiliki sejumlah nama pelapis yang sama menjanjikan dalam diri Mateo Kovacic, Marcelo Brozovic, dan Milan Badelj. Kroasia juga punya lini serang yang begitu berbahaya, terutama dari sektor sayap yang dimotori oleh Ivan Perisic. Kombinasi antara Perisic dan Mario Mandzukic terbukti sangat berbahaya dan menjadi andalan Kroasia selama berlaga di Rusia nanti.

Kualitas berlimpah yang dipunyai oleh Kroasia ini harus melalui jalan yang tidak mudah di Rusia nanti. Kroasia harus melewati negara tangguh lainnya seperti Argentina, Nigeria, dan Islandia yang sama-sama tergabung dalam grup D. Luka Modric dkk. juga tampil kurang menjanjikan sepanjang gelaran kualifikasi lalu yang membuat mereka terpaksa harus melaju melalui kualifikasi peringkat dua zona Eropa. Masih banyak kelamahan yang terdapat pada tim ini, namun bukan tak mungkin skuad Kroasia asuhan Zlatko Dalic tampil mengejutkan banyak pihak dengan raihan istimewa. Niat untuk mencapai peringkat tiga Piala Dunia tentu saja bisa dicapai, sekarang tinggal mereka bekerja keras untuk mengulangi raihan mengesankan yang sempat terjadi pada tahun 1998.

CARA BERMAIN KROASIA

Meskipun Kroasia berlimpah pemain berkualitas, skuad ini juga merupakan salah satu yang tertua di Piala Dunia 2018 kali ini. Peran Luka Modric masih begitu vital dan kemampuannya sebagai dirigen di lini tengah sangatlah diandalkan oleh semua barisan pemain Kroasia. Kombinasi antara Modric dan Rakitic memungkinkan Kroasia untuk memilih cara bermain menyerang, bertahan, ball-possession, atau counter-attack, tergantung pada kebutuhan pelatih.

Secara keseluruhan, skuad Kroasia sebenarnya tidak memiliki masalah krusial layaknya beberapa tim kuat Piala Dunia lainnya. Tim ini bisa bermain fleksibel meskipun umumnya tampill dengan formasi 4-2-3-1. Pelatih Zlatko Dalic tampaknya akan lebih menyukai Luka Modric untuk menempati posisi nomor 10 sementara Ivan Rakitic akan ditempatkan sebagai otak penyeimbang di sektor lini tengah. Lini belakang sepetinya akan dihuni oleh Dejan Lovren dan Vedran Corluka. Kehadiran duet bek tengah ini setidaknya setidaknya bisa meminimalisir ancaman yang akan diterima oleh sang kiper Danijel Subasic.

Lini depan tentunya merupakan andalan utama tim di setiap gelaran kompetisi. Untuk urusan yang satu ini, Kroasia masih bergantung pada penyerang veteran yang bermain di Juventus Marko Mandzukic. Tenaga, kengototan, dan insting mencetak gol dari Mandzukic masih menjadi andalan di level klub ataupun timnas. Para fans Kroasia pantas percaya mengingat Mandzukic juga ditopang oleh penyerang sayap Inter Milan yaitu Ivan Perisic. Performa Perisic di musim ini banyak mendapatkan sanjungan dan dirinya diharapkan dapat menjadi kreator utama dalam menciptakan peluang di lini depan Kroasia. Jika mampu tampil konsisten dengan semangat juang yang meluap, bukan tak mungkin Kroasia mampu membuat kejutan dengan menyandang status sebagai juara grup D Piala Dunia 2018 menyingkirkan negara unggulan seperti Argentina.

FORMASI KROASIA PIALA DUNIA 2018

4-2-3-1

Subasic D; Strinic I, Lovren D, Corluka V, Vida D; Rakitic I, Badelj M; Perisic I, Modric L, Rebic A; Mandzukic M

KOMPOSISI SKUAD KROASIA PIALA DUNIA 2018

Peringkat FIFA: 20

Penjaga Gawang: Danijel Subasic (Monaco), Lovre Kalinic (Gent), Dominik Livakovic (Dinamo Zagreb)

Bek: Vedran Corluka (Lokomotiv Moscow), Domagoj Vida (Besiktas), Ivan Strinic (Sampdoria), Dejan Lovren (Liverpool), Sime Vrsaljko (Atletico Madrid), Josip Pivaric (Dynamo Kiev), Tin Jedvaj (Bayer Leverkusen), Duje Caleta-Car (Red Bull Salzburg)

Gelandang: Luka Modric (Real Madrid), Ivan Rakitic (Barcelona), Mateo Kovacic (Real Madrid), Milan Badelj (Fiorentina), Marcelo Brozovic (Inter Milan), Filip Bradaric (Rijeka)

Penyerang: Mario Mandzukic (Juventus), Ivan Perisic (Inter Milan), Nikola Kalinic (AC Milan), Andrej Kramaric (Hoffenheim), Marko Pjaca (Schalke), Ante Rebic (Eintracht Frankfurt)

PREDIKSI KROASIA DI PIALA DUNIA 2018

Perdelapan Final

argentina

Profil Strategi dan Komposisi Skuad Argentina Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 – Keabsahan status Lionel Messi sebagai legenda sepakbola dunia akan terjawab di Piala Dunia 2018 kali ini. Sang pemain yang sudah tertinggal selangkah dari sang rival Cristiano Ronaldo yang sudah mengangkat tropi Piala Eropa tahun 2016 lalu tentunya ingin menegaskan statusnya sebagai pemain yang akan selalu dikenang di kancah internasional. Messi punya modal yang mencukupi jika dilihat dari materi pemain yang dimiliki oleh skuad Argentina. Ditambah lagi, Argentina punya pelatih dengan reputasi mentereng yang terbukti sukses membawa Chile merengkuh tropi Copa America untuk pertama kalinya di tahun 2015 lalu. Mungkinkah ini menjadi pertanda juara Piala Dunia 2018 bagi Lionel Messi dan Argentina? Belum tentu.

Argentina tampak kepayahan untuk meraih tiket melaju ke putaran final Piala Dunia 2018. Jika bukan karena daya magis sang pemain andalan Lionel Messi yang mencetak hattrick ke gawang Ekuador, tim Tango bisa jadi hanya akan menjadi pesakitan di ajang Piala Dunia kali ini. Kondisi semakin mengkuatirkan mengingat skuad Argentina tergolong tidak se-mentereng barisan pemain yang mereka punya beberapa tahun sebelumnya. Meskipun begitu mengerikan di sektor depan, tetap saja Argentina hanya punya rataan sekitar 1 gol per laga pada fase kualifikasi Piala Dunia lalu. Apalagi barisan pertahanan mereka begitu rentan dijebol dan minim pemain dengan reputasi kelas dunia. Kondisi tersebut membuat banyak pihak mempertanyakan kans Argentina untuk setidaknya mengulangi capaian mereka di Piala Dunia sebelumnya yang menembus babak final.

CARA BERMAIN ARGENTINA

Pelatih Jorge Sampaoli mestinya begitu tenang jika sudah membahas lini depan. Skuad Argentina benar-benar diberkahi oleh lini depan dengan kuaitas wahid yang terdiri dari Lionel Messi, Paulo Dybala, Sergio Aguero, dan Gonzalo Higuain. Skuad ini jelas hanya dibangun untuk memberikan kemudahan bagi sang megabintang Lionel Messi bermain sesuai dengan skema yang ia kehendaki. Sampaoli sepertinya akan memasang sejumlah pemain pendukung demi memperbesar ruang gerak Messi di area pertahanan lawan, seperti Angel Di Maria dan Gonzalo Higuain.

Meskipun punya lini depan menjanjikan, Argentina punya masalah pelik di sektor pertahanan. Praktis tim ini tidak punya kiper tangguh dengan jam terbang layaknya kiper kelas dunia. Dua kiper utama yaitu Sergio Romero dan Will Caballero tercatat hanyalah kiper pelapis di klub masing-masing. Untuk sektor belakang, praktis hanya nama Nicolas Otamendi yang punya reputasi kokoh di barisan pertahanan. Yang lebih parah lagi, Argentina bahkan krisis bek sayap dan terpaksa memainkan nama baru dan kurang mentereng sebagai andalan di sektor bek sayap. Itu artinya, masih ada banyak celah di skuad Argentina dan harapan banyak pihak terkait tentang tim ini tampaknya terlalu dilebih-lebihkan.

Untungnya, daya magis Lionel Messi tampaknya akan mampu menutupi sejumlah masalah yang dipunyai oleh tim ini. Ditambah lagi sang pelatih Jorge Sampaoli terkenal sebagai motivator handal yang mampu mendorong semangat para pemain untuk tampil spartan dan menggigit. Formasi 4-4-2 akan menjadi andalan Argentina dimana skema 3-3-1-3 akan menjadi alternatif lainnya ketika skema utama tidak berjalan. Selama Sampaoli bisa menjaga Messi bisa berada dalam level tertinggi, seperti yang ia tampilkan bersama Barcelona, Argentina adalah salah satu kandidat juara. Akan tetapi, sekali saja kesalahan yang dirasakan oleh sang megabintang akan membuat Argentina tak ubahnya sebagai negara peserta lainnya di Piala Dunia 2018.

FORMASI ARGENTINA PIALA DUNIA 2018

4-4-2

Caballero W; Tagliafico, Fazio F, Otamendi N, Salvio; di Maria, Lo Celso, Mascherano J, Pavon P; Lionel Messi, Higuain G

KOMPOSISI SKUAD ARGENTINA PIALA DUNIA 2018

Peringkat FIFA: 5

Penjaga Gawang: Sergio Romero, Willy Caballero, Franco Armania.

Bek: Gabriel Mercardo, Cristian Ansaldi, Nicolas Otamendi, Federico Fazio, Marcos Rojo, Nicolas Tagliafico, Marcos Acuna, Javier Mascherano, Eduardo Salvio.

Gelandang: Lucas Biglia, Giovani Lo Celso, Ever Banega, Enzo Perez, Maximiliano Meza, Angel Di Maria, Cristian Pavon.

Penyerang: Lionel Messi, Paulo Dybala, Gonzalo Higuain, Sergio Aguero.

PREDIKSI ARGENTINA DI PIALA DUNIA 2018

Perdelapan Final

brasil

Profil Strategi dan Komposisi Skuad Brasil Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 – Tidak ada negara yang selalu diunggulkan pada setiap gelaran Piala Dunia 2018 selain Brasil. Tim Samba merupakan jaminan mutu sepakbola yang seru sekaligus pemegang gelar juara dunia terbanyak dengan lima gelar juara. Meskipun begitu, reputasi mentereng Brasil belakangan mulai tercoreng dengan raihan buruk dan mengecewakan yang mereka torehkan dalam beberapa gelaran Piala Dunia terakhir. Brasil berniat untuk bangkit setelah sebelumnya takluk memalukan atas Jerman dengan skor 7-1 pada babak semifinal Piala Dunia 2014. Neymar dkk. sudah bangkit dan mereka siap untuk menggapai posisi terbaik sekalipun harus bersaing dan mengalahkan lawan di ranah benua Eropa.

Lini depan selalu menjadi andalan Brasil di setiap gelaran Piala Dunia. Striker andalan, sekaligus pemain termahal dunia, Neymar diharapkan dapat memberikan tuah magisnya untuk membawa Brasil menuju ke level tertinggi. Sejumlah 54 gol sudah dilesakkan Neymar untuk Brasil yang menjadi bukti bahwa penyerang PSG ini siap meledak dan menciptakan sejarah bersama tim Samba. Apalagi kali ini Neymar tidak sendiri. Philippe Coutinho, Douglas Costa, Willian, dan Roberto Firmino kini siap menjadi solusi lini depan tim Samba Brasil ketika Neymar mengalami kebuntuan.

Tergabung di grup E Piala Dunia 2018, Brasil punya kans kuat untuk lolos dengan mudah. Negara seperti Swiss, Serbia, dan Kosta Rika diatas kertas tidak mampu berbuat banyak untuk menghadapi skuad Samba dengan kualitas pemain diatas rata-rata. Ancaman mungkin saja baru terasa begitu Brasil memasuki babak perempat final. Selama tidak ada kasus spesial, seperti kartu merah atau cedera, harusnya Brasil dapat tampil dengan kekuatan penuh di setiap laga dan sulit sekali untuk menemukan negara dengan level permainan yang sebanding dengan tim asuhan pelatih Tite ini. Neymar dkk. diprediksi setidaknya bisa melaju hingga ke babak semifinal, bahkan salah satu kandidat kuat juara untuk Piala Dunia di Rusia kali ini.

CARA BERMAIN BRASIL

Pelatih Brasil Tite kerap memasang formasi 4-3-3 dan mengusung sepakbola menyerang yang mengandalkan ball possession. Permainan jogo bonito khas Brasil dikembalikan oleh Tite dimana Neymar diberikan peran sebagai pengatur lini depan dengan kualitas individu yang ia miliki. Meskipun begitu, Brasil kali ini layak ditakuti karena tidak hanya piawai dalam melancarkan serangan. Brasil juga punya pertahanan yang relatif kokoh dan sulit untuk ditembus dengan mengandalkan duet Thiago Silva dan Miranda. Kedalaman lini belakang juga patut diacungi jempol sehingga Neymar dkk. mampu bergerak leluasa dalam menyusun serangan.

Kelemahan yang mesti segera dibenahi timnas Brasil sepanjang gelaran Piala Dunia kali ini adalah sektor bek sayap. Meskipun punya sejumlah bek sayap berkualitas dalam diri Marcelo dan Filippe Luis, para bek sayap tim Samba kerap teledor jika sudah keasikan menyerang yang membuat mereka cukup rentan untuk ditembus dari sektor sayap. Selain itu, Brasil juga kekurangan gelandang kreatif yang bertindak sebagai pengatur tempo permainan. Pelatih Tite cenderung menurunkan dua gelandang jangkar yaitu Fernandinho dan Casemiro sehingga membuat Brasil kerap kesulitan untuk menjaga bola demi mengendalikan permainan. Tite bisa saja mengubah opsi dengan menaruh Coutinho di sektor gelandang tengah atau menurunkan Fred sebagai starter. Meskipun begitu, masalah ini mungkin baru terasa ketika menghadapi negara tangguh dan Brasil masih punya waktu untuk memperbaiki diri.

FORMASI BRASIL PIALA DUNIA 2018

4-3-3

Allison; Marcelo, Miranda, Thiago Silva, Danilo; Fernandinho, Casemiro, Paulinho; Philippe Coutinho, Neymar, Gabriel Jesus

KOMPOSISI SKUAD BRASIL PIALA DUNIA 2018

Peringkat FIFA: 2

Posisi Penjaga Gawang: Alisson, Cassio, Ederson.

Posisi Bek: Thiago Silva, Miranda, Pedro Geromel, Filippe Luis, Marcelo, Marquinhos, Danilo, Fagner.

Posisi Gelandang: Casemiro, Renato Augusto, Philippe Coutinho, Paulinho, Fernandinho, Fred.

Posisi Penyerang: Willian, Douglas Costa, Gabriel Jesus, Neymar, Roberto Firmino, Taison.

PREDIKSI BRASIL DI PIALA DUNIA 2018

Semifinal

senegal

Profil Strategi dan Komposisi Skuad Senegal Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 – Senegal kembali menjadi salah satu diantara 32 negara yang lolos masuk ke babak kualifikasi group Piala Dunia 2018. Masih teringat jelas bagaimana Senegal mencetak prestasi yang begitu apik di Piala Dunia 2002 lalu. Negara ini sukses melaju hingga ke babak kuarter final dan menjadi salah satu negara yang diunggulkan meraih kemenangan. Lalu, apakah untuk Piala Dunia 2018 kali ini, Senegal siap meraih sukses yang sama di Rusia? Pertanyaan yang memang sangat besar. Namun yang pasti, sepanjang babak penyisihan kemarin Senegal menjadi salah satu negara yang tak terkalahkan di Afrika. Hingga akhirnya bisa mendapatkan tiket emas untuk ke Piala Dunia 2018 di Rusia.

Di babak penyisihan sebelumnya, Senegal menunjukan performa yang begitu apik. Tim nasional negara ini melalui satu per satu pertandingan dengan performa dan juga semangat bermain yang patut mendapatkan acungan jempol. Dari 6 laga di babak penyisihan yang dijalankan, Senegal meraih 4 kali kemenangan dengan 2 kali hasil draw. Prestasi yan rasanya cukup membuat calon penantang mereka di Piala Dunia 2018 nanti berpikir dua kali bagaimana berhadapan dengan Senegal di lapangan hijau.Terutama, Senegal juga memperlihatkan aksi yang sangat apik saat berhadaoan dengan tim nasional papan atas lain dari Afrika seperti South Africa, Cape Verde dan juga tim Burkina Faso.

Bila berbicara mengenai keunggulan, dari babak penyisihan kemarin nampak Senegal memiliki pemain unggulan yang merupakan paket lengkap. Mulai dari taktik permainan, kekuatan, fitalitas, hingga kelincahan saat di lapangan hijau. Para pemain ini pun seakan sangat akrab dengan bola bundar dan tak ragu memperlihatkan kemampuan mereka untuk membuat tim lawan tertegun. Sebuah hal yang sekali lagi patut mendapatkan poin tambahan untuk Senegal. Selama babak penyisihan kemarin, Senegal mengumpulkan total 10 go. Dari 10 gol tersebut, pemain penyerang Diafra Sakho dan juga midfielder Cheikh NDoye mencetak lebih dari 1 gol.

Kekuatan Senegal berasal dari kuatnya lini belakang, yang ditunjukan dengan hasil pertandingan 4 kali clean sheet. Selain itu masih ditambah dengan 3 gol yang diberikan melalui sepakan kaki pemain belakang. Hanya saja, pada saat berada di Rusia nanti Senegal memang masih wajib memperbaiki deretan pemain depan dan juga tengah. Agar penyerangan mereka nantinya pun lebih baik lagi.

Beberapa waktu lalu, Senegal sudah mengumumkan nama-nama pemain yang akan dibawa ke Rusia. Di bawah ini daftar lengkanya.

Pemain penjaga gawang:

1. Khadim Ndiaye (Horoya AC)

2. Abdoulaye Diallo (Rennes)

3. Alfred Gomis (Torino)

Pemain bertahan:

1. Kara Mbodji (Anderlecht)

2. Kalidou Koulibaly (Napoli)

3. Moussa Wague (Eupen)

4. Saliou Ciss (Angers)

5. Youssouf Sabaly (Bordeaux)

6. Lamine Gassama (Alanyaspor)

7. Armand Traore (Nottingham Forest)

8. Salif Sane (Hannover 96)

Pemain tengah:

1. Pape Alioune Ndiaye (Stoke)

2. Idrissa Gueye (Everton)

3. Cheikhou Kouyate (West Ham)

4. Cheikh NDoye (Birmingham)

Pemain depan:

1. Sadio Mane (Liverpool)

2. Diao Balde Keita (Monaco)

3. Ismaila Sarr (Rennes)

4. Diafra Sakho (Rennes)

5. Moussa Konate (Amiens)

6. Mame Biram Diouf (Stoke)

7. Mbaye Niang (AC Milan)

Untuk saat ini memang masih terlalu dini memperkirakan bagaimana performa Senegal di Piala Dunia 2018 nanti. Namun yang pasti, skuad Aliou Cisse ini memiliki amunisi yang cukup untuk mencetak prestasi yang lebih tinggi dari rekor mereka sebelumnya.